Dulu Tan Malaka sangat merisaukan makin menciutnya wilaya Republik dengan berdirinya boneka bentukan Belanda. Sementara kaum kapitalis, kolonialis, dan imperialis berhasil mengacaukan perekonomian dan keuangan Republik Indonesia. Karena itu, Tan Malaka tidak mengenal kompromi dengan kekuatan kolonialisme dan imperialisme. Ia tidak menyetujui perundingan dengan lawan. Ia menganggap berunding ada…
Seratus tahun silam di tanah pengasingan, Tan Malaka menulis karya kecil yang memuat ide besar Indonesia Merdeka. Dalam Naar de Republiek Indonesia, ia menuliskan gagasan-gagasan besar yang melampaui zaman. Di saat banyak tokoh pergerakan masih mencari jalan menuju kemerdekaan, Tan Malaka melangkah lebih jauh: merancang secara detail bentuk negara Indonesia Merdeka dan menyusun program konkret …
Dalam Politik dan Muslihat, ia mengupas satu aspek penting dalam perjuangan kemerdekaan yang kerap disalahpahami—yakni peran taktik, strategi, dan kelicikan politik dalam memenangkan perjuangan melawan penindasan kolonial dan kapitalisme global. Lewat tulisan ini, Tan Malaka menyampaikan gagasan bahwa perjuangan politik tidak bisa hanya mengandalkan semangat moral dan kebaikan niat semata. Da…
Apa yang harus dilakukan bangsa yang baru saja merdeka tetapi belum berdaya? Bagaimana membangun ekonomi nasional yang berpihak apda rakyat, bukan pada sisa-sisa kolonialisme dan kepentingan asing? Dalam Rencana Ekonomi Berjuang. Tan Malaka menjawab pertanyaan-pertanyaan mendesak itu dengan pemikiran yang radikal, jernih, dan berpijak kuat pada realitas rakyat. Buku ini lahir dari sebuah keb…
Dalam buku ini, Tan Malaka menunjukkan pemikirannya bahwa upaya perebutan kekuasaan dengan radikal (putch) bukanlah solusi terbaik. Baginya, “putch itu adalah satu aksi segerombolan kecil yang bergerak diam-diam dan tak berhubungan dengan rakyat banyak. Gerombolan itu biasanya hanya membuat rancangan menurut kemauan dan kecakapan sendiri tanpa memedulikan perasaan dan kesanggupan massa… ‘…