“Buku ini saya beri nama Dari Penjara Ke Penjara. Memang saya rasa ada hubungan antara penjara dengan kemerdekaan sejati. Barang siapa yang menghendaki kemerdekaan buat umum, maka ia harus sedia dan ikhlas untuk menderita kehilangan kemerdekaan diri-(nya) sendiri.” Tan Malaka menulis buku Dari Penjara Ke Penjara dalam dua jilid terpisah. Jilid pertama menuturkan tentang pergulatannya di …
Dulu Tan Malaka sangat merisaukan makin menciutnya wilaya Republik dengan berdirinya boneka bentukan Belanda. Sementara kaum kapitalis, kolonialis, dan imperialis berhasil mengacaukan perekonomian dan keuangan Republik Indonesia. Karena itu, Tan Malaka tidak mengenal kompromi dengan kekuatan kolonialisme dan imperialisme. Ia tidak menyetujui perundingan dengan lawan. Ia menganggap berunding ada…
Dalam Pandangan Hidup, Tana Malaka menyuguhkan sebuah refleksi mendalam tentang prinsip, arah, dan tujuan hidup manusia—khususnya manusia Indonesia yang sedang merintis jalan kemerdekaannya. Tan Malaka menulis buku ini bukan sebagai seorang filsuf akademik yang berjarak dari realitas, melainkan sebagai pejuang yang berada langsung di jantung pergolakan zaman. Ia menawarkan pandangan hidup yan…
Seratus tahun silam di tanah pengasingan, Tan Malaka menulis karya kecil yang memuat ide besar Indonesia Merdeka. Dalam Naar de Republiek Indonesia, ia menuliskan gagasan-gagasan besar yang melampaui zaman. Di saat banyak tokoh pergerakan masih mencari jalan menuju kemerdekaan, Tan Malaka melangkah lebih jauh: merancang secara detail bentuk negara Indonesia Merdeka dan menyusun program konkret …
Dalam Politik dan Muslihat, ia mengupas satu aspek penting dalam perjuangan kemerdekaan yang kerap disalahpahami—yakni peran taktik, strategi, dan kelicikan politik dalam memenangkan perjuangan melawan penindasan kolonial dan kapitalisme global. Lewat tulisan ini, Tan Malaka menyampaikan gagasan bahwa perjuangan politik tidak bisa hanya mengandalkan semangat moral dan kebaikan niat semata. Da…
Apa yang harus dilakukan bangsa yang baru saja merdeka tetapi belum berdaya? Bagaimana membangun ekonomi nasional yang berpihak apda rakyat, bukan pada sisa-sisa kolonialisme dan kepentingan asing? Dalam Rencana Ekonomi Berjuang. Tan Malaka menjawab pertanyaan-pertanyaan mendesak itu dengan pemikiran yang radikal, jernih, dan berpijak kuat pada realitas rakyat. Buku ini lahir dari sebuah keb…
Dalam buku ini, Tan Malaka menunjukkan pemikirannya bahwa upaya perebutan kekuasaan dengan radikal (putch) bukanlah solusi terbaik. Baginya, “putch itu adalah satu aksi segerombolan kecil yang bergerak diam-diam dan tak berhubungan dengan rakyat banyak. Gerombolan itu biasanya hanya membuat rancangan menurut kemauan dan kecakapan sendiri tanpa memedulikan perasaan dan kesanggupan massa… ‘…
Bangsa Indonesia memandang bahwa apa yang terjadi di dunia ini dipengaruhi oleh kekuatan keramat di alam gaib. Cara pandang ini, disebut-sebut oleh Tan Malaka sebagai “logika mistika”. Logika ini melumpuhkan karena ketimbang menangani sendiri permasalahan yang dihadapi, lebih baik mengharapkan kekuatan-kekuatan gaib itu sendiri. Karena itu, mereka (masyarakat Indonesia) mengadakan mantra, s…