Inilah yang kubayangkan detik-detik terakhir Bapak: 18 Mei 1970 Hari gelap. Langit berwarna hitam dengan semburat garis ungu. Bulan bersembunyi di balik ranting pohon randu. Sekumpulan burung nasar bertengger di pagar kawat. Mereka mencium aroma manusia yang naris jadi mayat bercampur dengan bau mesiu. Terdengar lolongan anjing berkepanjangan. Empat orang berseragam berbaris rapi, masing-…
Ini adalah Hari Bebas Bicara di Negara Kesatuan Adat Lawaknesia (NAKAL). Siapa saja boleh berbicara secara gambling, terang-terangan, tanpa takut akan konsekuensi hukum. Setiap warga Negara berhak berbicara: membongkar kejahatan, membeberkan penipuan, maupun mengungkapkan keburukan. Tujuannya, agar tercapai keadilan untuk seluruh rakyat. Namun, kawan, tujuan mulia ini berubah menjadi awan hi…
Hujan adalah janji setia kepada bumi. Tak perlu ditunggu, ia pasti datang. Kita terjebak pada hujan yang sama, tetapi tak bisa saling bicara. Membuatku terus menunggumu memutar badan dan melempar senyum kepadaku. Aneka rasa tumpah dari langit. Cemas dan rindu tak bisa kucegah. Rasa yang begitu besar, mengalahkan rasa lainnya. Jarak kita tak jauh. Namun, tak bisa bertatapan, apalagi berbic…
Fakir miskin dipelihara oleh Negara, lalu siapa yang memelihara fakir asmara? Patah hati? Hal biasa. Jadi “badut” yang menghibur saja? Apa boleh dikata. Ditinggal saat lagi saying-sayangnya? Sudah level dewa. Berbeda dengan judul-judul di seri Kami (Bukan) lainnya yang selalu bertokoh utama para mahasiswa dan alumni Kampus UDEL, di buku ini, sang dosen mereka yang inspiratif itu yang ja…
Listrik padam di seluruh Jawa dan Bali secara misterius! Ancaman nyata kekuatan baru yang hendak menaklukan Nusantara. Saat yang sama, empat sahabat mendarat di Sumba, hanya untuk mendapati nasib ratusan juta manusia ada di tangan mereka! Empat mahasiswa jurusan Ekonomi ini, harus bertarung melawan pasukan berkuda yang bisa melontarkan listrik! Semua dipersulit oleh seorang buronan tingkat t…
Aku insinyur. Aku tak bisa menguraikan dengan baik hubungan antara kejujuran dan kesungguhan dalam pembanguna proyek ini dengan keberpihakan kepada masyarakat miskin. Apakah yang pertama merupakan manifestasi yang kedua? Apakah kejujuran dan kesungguhan sejatinya adalah perkara biasa bagi masyarakat berbudaya, dan harus dipilih karena keduanya merupakan hal yang niscaya untuk menghasilkan kemas…
Malam ini, kamu dipaksa untuk menengok ke belakang sampai lehermu pegal. Kamu dipaksa untuk berkejar-kejaran dengan waktu untuk kembali memunguti potongan masa lalu. Beragam ekspresi wajah ayahmu seketika hadir membayang: bahagia, sedih, bangga, marah, murung, kecewa, dan aneka ekspresi lain yang kamu terlalu lugu untuk mendefinisikannya. Meskipun begitu, kamu yakin betul, masih banyak wajah ya…
Kehilangan ibunya membuat Basri terjebak dalam penyesalan, sementara ayahnya tenggelam dalam kehampaan. Ambisi dan kesibukannya dulu tak mampu menggantikan kebersamaan yang telah hilang. Di pemakaman, Basri bertemu Genia, perempuan dengan luka yang sama. Percakapan mereka membuka jalan menuju keikhlasan, mengajarkan bahwa kehilangan bukanlah akhir, melainkan awal perjalanan baru. Namun, s…
Salman, seorang remaja penuh harapan dari Sedanau, Natuna, bermimpi untuk menjadi dokter dan mengubah nasibnya. Namun, untuk mencapai impiannya, ia harus berjuang keras untuk mendapatkan beasiswa dan menjalani pendidikan kedokteran yang panjang dan penuh tantangan. Perjalanan ini membawanya merantau jauh dari rumah, meninggalkan keluarga dan cinta pertamanya, Hamidah. Di tengah kesibukan seb…