Ini adalah Hari Bebas Bicara di Negara Kesatuan Adat Lawaknesia (NAKAL). Siapa saja boleh berbicara secara gambling, terang-terangan, tanpa takut akan konsekuensi hukum. Setiap warga Negara berhak berbicara: membongkar kejahatan, membeberkan penipuan, maupun mengungkapkan keburukan. Tujuannya, agar tercapai keadilan untuk seluruh rakyat. Namun, kawan, tujuan mulia ini berubah menjadi awan hi…
Hujan adalah janji setia kepada bumi. Tak perlu ditunggu, ia pasti datang. Kita terjebak pada hujan yang sama, tetapi tak bisa saling bicara. Membuatku terus menunggumu memutar badan dan melempar senyum kepadaku. Aneka rasa tumpah dari langit. Cemas dan rindu tak bisa kucegah. Rasa yang begitu besar, mengalahkan rasa lainnya. Jarak kita tak jauh. Namun, tak bisa bertatapan, apalagi berbic…
Fakir miskin dipelihara oleh Negara, lalu siapa yang memelihara fakir asmara? Patah hati? Hal biasa. Jadi “badut” yang menghibur saja? Apa boleh dikata. Ditinggal saat lagi saying-sayangnya? Sudah level dewa. Berbeda dengan judul-judul di seri Kami (Bukan) lainnya yang selalu bertokoh utama para mahasiswa dan alumni Kampus UDEL, di buku ini, sang dosen mereka yang inspiratif itu yang ja…
Listrik padam di seluruh Jawa dan Bali secara misterius! Ancaman nyata kekuatan baru yang hendak menaklukan Nusantara. Saat yang sama, empat sahabat mendarat di Sumba, hanya untuk mendapati nasib ratusan juta manusia ada di tangan mereka! Empat mahasiswa jurusan Ekonomi ini, harus bertarung melawan pasukan berkuda yang bisa melontarkan listrik! Semua dipersulit oleh seorang buronan tingkat t…
Ada deras keringat ayah dan banjir tangis ibu dalam langkah kakimu hari ini. Duna jahat dan kau kalah? Lihat telapak tanganmu. Ayah selalu menempa tangan itu agar tak menyerah. Ibu tak henti memapah tangan itu untuk berdoa. Bangkitlah untuk melangkah. Ini kisah tentang ayah dan ibu, yang cintanya lahir bahkan sebelum kau lahir, yang cintanya tumbuh bahkan sebelum kau bertumbuh. Ini kisah ten…