Buku Filsafat Pendidikan Ki Hajar Dewantara mengupas gagasan-gagasan pendidikan yang lahir dari Bapak Pendidikan Nasional. Ki Hajar Dewantara menekankan bahwa pendidikan adalah usaha menuntun kekuatan kodrat anak agar berkembang seutuhnya, berakar pada kebudayaan, serta berjiwa merdeka. Melu prinsip Ing ngarso sung tulodo, ing madya mangun karso, tut wuri handayani, buku ini menghadirkan pandan…
Di tengah keadaan sosial politik awal abad ke-20 yang penuh ketimpangan, kondisi masyarakat Indonesia dihadapkan pada ketidakadilan. Oleh karena itu, sangat dibutuhkan pendidikan yang membebaskan, yaitu membebaskan dari kebodohan, kemiskinan, penyakit sosial, dan dari belenggu pemahaman keagamaan yang statis. K.H. Ahmad Dahlan hadir menjawab tantangan tersebut. Buku ini ditulis untuk menjela…
Penulis buku bestseller versi New York Times, The Geography of Bliss, Eric Weiner, melakukan perjalanan intelektual yang berliku, mengikuti jejak para pemikir besar dalam sejarah dan menunjukkan kepada kita bagaimana para filsuf—dari Epicurus hingga Gandhi, Thoreau hingga Beauvoir—menawarkan kearifan serta kebijaksanaan praktis dan spiritual untuk masa-masa ambyar seperti sekarang. Kita ke…
Etika adalah cabang filsafat (di samping logika, ontology/metafisika, epistemology, dan estetika) yang menyelidiki bagaimana manusia bertindak dengan baik sebgai manusia: hormat pada martabat diri sendiri, hormat pada martabat manusia lain serta alam lingkungan. Dan, ini berlaku universal, termasuk pada anak-anak kecil usia dini: “hormati ayah-ibumu, hormati gurumu, sayangi teman”. Pada …
Kehidupan digital banyak memengaruhi performa otak manusia. Tidak heran jika hari-hari ini banyak yang mengalami penurunan kemampuan untuk menalar dan berpikir secara kritis. Salah satu kiat untuk mengembalikan skill penting satu ini adalah dengan mempelajari ilmu logika. Buku ini tak hanya menjelaskan prinsip-prinsi dasar berpikir, tetapi juga memperbarui cara kita memahami dunia. Dengan gaya…
Islam sebagai agama, jarang sekali dikaitkan dengan seni dan lebih banyak dikaitkan dengan hukum (syariat). Hal demikian membuat citra Islam tampak begitu maskulin karena menekankan sisi "jalaliyah". Maka, perlu sekali kita menampilkan sisi "jamaliyah" Islam, dengan menampilkan unsur apresiasinya kepada unsur-unsur keindahan, yang selama ini kurang mendapatkan tempat dalam pembahasan tentang aj…