Rasanya hanya mendapat kehampaan. Aktivitas gerakan badan menghadap kiblat dan hafalan lisan, sebatas menggugurkan kewajiban sebagai seorang muslim. Hati dan pikiran ini masih menghadirkan segala permasalahan dunia. Bahkan sekedar kunci motor yang hilang, langsung teringat ketika tangan mengangkat takbiratul ihram. Rupanya, hati masih terhijab dari Allah ta'ala. Lalai dan jauh dari terangnya …