Siapa yang pernah hanyut dalam alunan diksi Hamka? Mungkin tulisannya terasa menyentuh karena dimuati pengalaman hidupnya sendiri. Di antara karya yang paling banyak mengandung narasi biografis ini adalah Kenang-Kenangan Hidup (1950) dan Ayahku (1952). Bahkan di buku fiksinya seperti Merantau ke Deli dan Tenggelamnya Kapal Van der Wijck, narasi biografis ini juga muncul sedikit banyak, tersisi…
Belakangan kita seperti dibanjiri dengan kampanye "Islam Moderat" atau "Wasathiyah Islam". Saking banyaknya, sampai-sampai tidak begitu jelas pokok gagasan dan arah tujuannya. Apa sebetulnya Islam jalan tengah tersebut? Apa urgensinya untuk kita pahami hari ini? Siapa aktor utama dan siapa lawannya? Mengapa harus moderat? Dalam bukunya ini, M. Kholid Syeirazi menyajikan alternatif wacana yang …
Bila mendengar nama Baginda Rasulullah saw. dan para sahabatnya, kita dan mereka terasa amat jauh jaraknya. Mereka seperti berada di langit, sedangkan kita di bumi. Faktanya jarak kita dan mereka terpisahkan oleh dimensi waktu yang terbentang belasan abad lamanya. Namun, ketika membaca buku ini anggapan itu akan sirna seketika. Buku ini hadir untuk menghapus rentang jarak dan waktu antara kita…
Islam sebagai agama, jarang sekali dikaitkan dengan seni dan lebih banyak dikaitkan dengan hukum (syariat). Hal demikian membuat citra Islam tampak begitu maskulin karena menekankan sisi "jalaliyah". Maka, perlu sekali kita menampilkan sisi "jamaliyah" Islam, dengan menampilkan unsur apresiasinya kepada unsur-unsur keindahan, yang selama ini kurang mendapatkan tempat dalam pembahasan tentang aj…