Ilmu Pengetahuan yang kita bisa nikmati sekarang ini tidak lepas dari kontribusi ilmuwan muslim dahulu kala. Di masa kejayaan Islam, ilmu pengetahuan berkembang sangat pesat dan menghasilkan ilmuwan-ilmuwan yang sangat kompeten di bidangnya. Salah satunya adalah Al-Idrisi yang sangat masyur karena karya fenomenalnya sepanjang sejarah peradaban manusia, globe perak raksasa.
Suatu hari, Zaidan mengunggah sesuatu di media sosialnya. Ternyata, berita yang diunggahnya itu hoax! Zaidan pun kapok. Ternyata, Allah menyuruh kita untuk tabayyun dahulu ketika menerima suatu berita. Ada, lho, perintah-Nya di dalam Al-Qur’an. Dalam kesehariannya, Zaidan dan teman-temannya berusaha untuk mengamalkan dan mencari hikmah dari ayat-ayat Al-Qur’an. Bagaimana keseruannya? Langsu…
Cerita Fikri dan teman-temannya di komik keduanya ini makin seru dan lucu, lho. Pastinya, selalu penuh dengan hikmah. Di akhir cerita, ada hadits yang bisa kamu pelajari. Dengan begitu, kamu bisa memahami hadits itu dan berusaha mengamalkannya. Komik ini dibuat sewaktu komikusnya Itu saat Lagi sibuk-sibuknya belajar untuk ujian akhir. Enggak usah lama-lama, yuk, kita baca cerita kerennya!
Kali ini Fikri, Anas, Thirmidzi, dan Aril belajar di pesantren. Dari kesehariannya, mereka mencoba untuk memahami hadits yang diajarkan. Seperti apa serunya? Yang jelas, Di akhir cerita, ada hadits yang bisa kamu pelajari.
Al-Haitsam Pelopor Ilmu Optik Modern mengisahkan tentang kehidupan dan kontribusi besar dari ilmuwan terkemuka dalam sejarah optik, Abu Ali al-Hasan ibn al-Hasan ibn al-Haitsam, yang lebih dikenal sebagai Al-Haitsam. Al-Haitsam adalah seorang ilmuwan Muslim abad pertengahan yang hidup pada abad ke-10 hingga ke-11 Masehi.
Hafidz, bocah saleh nan cerdas dalam komik ini menjadi rujukan teman-temannya dalam menjawab pertanyaan- pertanyaan seputar Al-Qur`an. Dengan gayanya, Hafidz menjawab pertanyaan-pertanyaan temannya itu secara lengkap dan jelas. Begitulah komik ini dikemas dengan konsep tanya jawab ala Hafidz dan teman-temannya. Beragam pertanyaan yang diajukan oleh teman-teman Hafidz bisa jadi mewakili pertany…
Ini kisah keseharian seorang bapak-bapak pegawai kantoran yang hobi di rumah ngurus tanaman dan mobil-mobilan, Abi-nya si kembar Hoshi dan Hikari, Hiro, dan Hana, suaminya Ummi Hime. Kelakuan Abi dan anak-anaknya ini bikin "sakit perut", kocak. Abi dengan cinta dan sayangnya kepada Ummi dan anak-anak selalu hadir menemani tumbuhnya keluarga kecil mereka.
Adib dan Ais adalah kakak dan adik yang kerap kompak. Meski suka bertengkar dan saling meledek, mereka tetap saling menyayangi. Keakraban Adib dan Ais bersama keluarga serta teman-temannya bertambah seru karena cerita-cerita tentang keesaan Allah Subhanahu wa ta'ala.