Menjadi terlalu khawatir hanya akan membuat kita melewatkan banyak momen. Menghabiskan hidup tanpa menikmatinya membuat kita tidak mengerti kehidupan yang sebenarnya.
Semakin dewasa, kamu akan bertemu dengan realita bahwa ada orang-orang yang tidak menyukaimu. Kamu akan bertemu dengan realita bahwa sebagian orang yang terlahir dengan kondisi istimewa (memiliki privilese) akan mendapatkan kehidupan yang terlihat lebih mudah. Kamu akan bertemu dengan realita bahwa menjadi orang sukses sesuai standar yang dibangun masyarakat adalah pekerjaan yang sulit. Buku…
Khawatir, cemas, depresi, perfeksionisme, mengkritik diri sendiri… “Kenapa aku mengulangi kebiasaan psikologis yang buruk?” “Kenapa aku banyak pikiran?” “Kenapa aku terpengaruh oleh emosi yang tidak nyaman?” “Kenapa aku mengulangi perbuatan yang kusesali?” Pertanyaan-pertanyaan itu mungkin bisa dijawab setelah kamu membaca perlahan buku Seni Mengelola Emosi karya In H…
Ketika Anda tumbuh bersama orangtua yang tidak matang secara emosi, tidak siap sedia, atau egois, Anda mungkin masih menyimpan perasaan marah, kesepian, penghianatan, atau pengabaian hingga dewasa. Masa kecil yang bisa Anda ingat adalah ketika kebutuhan emosional Anda tidak terpenuhi, perasaan Anda diabaikan, atau Anda mengambil tanggung jawab sebagai orang dewasa untuk mengimbangi perilaku ora…
Dengan keyakinan yang kuat Goleman mengantarkan berita yang membesarkan hati: manusia memiliki kecenderungan alami untuk menunjukkan empati dan altruisme serta bekerja sama—asalkan kita mengembangkan kecerdasan social untuk menumbuhkan kemampuan itu dalam diri kita dan orang lain.
Berdasarkan penelitian inovatif tentang otak dan perilaku, Goleman menunjukkan faktor-faktor yang berpengaruh pada kegagalan mereka yang ber-IQ tinggi dan keberhasilan pada mereka yang ber-IQ biasa saja. Faktor-faktor ini, yang meliputi kesadaran diri, disiplin diri, dan empati, berkontribusi pada cara-cara untuk menjadi pintar—dan faktor-faktor ini tidak ditetapkan sejak lahir. Meskipun dibe…