Terima kasi untuk kesempatan mengenalmu, itu adalah salah satu anugerah terbesar hidupku. Cinta memang tidak perlu ditemukan, cintalah yang akan menemukan kita. Terima kasih. Nasihat lama itu benar sekali, aku tidak akan menangis karena sesuatu telah berakhir, tapi aku akan tersenyum karena sesuatu itu pernah terjadi. Masa lalu. Rasa sakit. Masa depan. Mimpi-mimpi. Semua akan berlalu, se…
"Apalah arti memiliki, ketika diri kami sendiri bukanlah milik kami? Apalah arti kehilangan, ketika kami sebenarnya menemukan banyak saat kehilangan dan sebaliknya, kehilangan banyak pula saat menemukan? Apalah arti cinta, ketika menangis terluka atas perasaan yang seharusnya indah? Bagaimana mungkin, kami terduduk patah hati atas sesuatu yang seharusnya suci dan tidak menemukan apa pun?…
Novel pertama dari dwilogi novel sejarah kehidupan Buya Hamka; Kisah kehidupan Buya di masa kanak-kanak, remaja, sampai usia 30 tahun
Kisah Buya Hamka usia 31 tahun sampai wafat ini sebagai kelanjutan kisah Setangkai Pena di Taman Pujangga (2020). Pembaca bukan hanya mendapatkan narasi kronologis dari kehidupan sang ulama-pujangga berjuluk “Iqbal dari Indonesia” atau “Ibnu Taimiyah Bangsa Melayu” ini, melainkan juga akan merasakan hangatnya Hamka sebagai seorang suami, ayah, dan nambo (kakek) bagi para cucu.
Buku ini bercerita tentang seorang pemuda bernama Ali yang tinggal di sebuah desa kecil. Ali adalah pemuda yang cerdas dan bercita-cita menjadi orang yang sukses. Namun, Ali juga menyadari bahwa dunia ini tidak selalu adil. Orang-orang yang pintar dan berpendidikan belum tentu bisa sukses. Suatu hari, Ali bertemu dengan seorang pria tua yang misterius. Pria tua itu memberi tahu Ali bahwa dunia …
Negeri Para Bedebah karya Tere Liye adalah novel thriller politik yang mengangkat kisah perjuangan Thomas, seorang konsultan keuangan cerdas, dalam menghadapi krisis besar yang melanda negeri dan keluarganya. Dengan latar dunia perbankan dan kekuasaan yang penuh intrik, novel ini menyajikan alur cepat, cerdas, dan penuh ketegangan. Melalui narasi yang tajam dan kritis, Tere Liye menggambarkan w…
KISAH DISAH ini sudah tertinggal puluhan tahun lebih. Maka ibarat seseorang yang ketinggalan kereta, bukan cuma kilau lampu dan getar rel yang telah hilang di tikungan sana, bahkan gerbong dan lokomotifnya sudah karatan dipensiunkan. Cerita ini sudah menguap puluhan tahun lebih. Maka ibarat embun menggelayut malas di daun rumput, rerumputan itu sudah menjadi hutan, tidak tersisa lagi kenanganny…
Usia lima belas tahun, aku menemukan tempat rahasia. Lokasinya berada di tengah hutan lebat, di lereng-lereng terjal Bukit Barisan. Dengan pohon-pohon tinggi. Semak belukar yang susah ditembus. Tumbuhan pakis, lumut, juga belalai rotan. Pertama kali aku menemukannya, kakiku, tanganku, juga bagian tubuh lain tidak terhitung meninggalkan baret dari duri, onak, atau ujung daun yang tajam, pun bisa…